Friday, 18 August 2006
Keselarasan Strategi IS/IT dengan Strategi Bisnis
Responsi terhadap artikel The Big Fix oleh Thomas Wailgum.
Pelajaran dari kasus Big Fix yang terjadi di Toyota Motor Sales, USA, adalah pada perubahan kebijakan IT, dari terpusat menjadi terdesentralisasi selaras dengan unit bisnis. Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah proses perubahan radikal yang mulus dalam waktu yang singkat terhadap perusahaan yang besar.
Beberapa kisah sukses dari IS/IT pada perusahaan, dari beberapa studi kasus, ditandai dengan adanya keselarasan antara bisnis dengan IS/IT. Tanda yang bisa ditemukan adalah adanya divisi atau departemen IT/IS/ICT, adanya seorang pemimpin tim IT yang memiliki ruang lingkup gerakan yang kuat dan luas dalam organisasi perusahaan, code name-nya, Manajer IT/CIO.
Mengapa bisa demikian? Apakah keberadaan kedu faktor tersebut menjamin keberhasilan IS/IT dalam mendukung bisnis perusahaan secara lebih baik?
Belum tentu. Bagaimana pemimpin tim IS/IT ini bekerja dalam membangun infrastruktur, men-deliver servis, melihat visi kedepan, adalah faktor yang mutlak diperhatikan. Katakanlah sang Manajer IT atau CIO, sudah sadar akan perlunya keselarasan Strategi IS/IT dengan strategi bisnis, mengerti mengenai langkah apa saja yang harus dilakukan. Dia harus mampu membuat perubahan.
Ada faktor lain yang harus dimiliki oleh suatu organisasi, supaya IS/IT-nya koheren dengan strategi bisnis perusahaan. Dukungan dari upper management harus ada. Bukan berarti kebijakan di drive dari atas namun proses inovasi di picu oleh orang yang bisa menggerakkan banyak resource. Resource yang bagus dan banyak. Ketika orang IT masuk ke dalam unit bisnis tentu saja harus belajar banyak hal di luar kompetensinya. Kecepatan membentuk kompetensi yang di landasi dengan pengetahuan mendalam terhadap IS/IT inilah yang dibutuhkan dalam proses Big Fix.
Cooper juga tahu bagaimana harus menempatkan masing-masing personelnya pada pos-pos unit bisnis yang sesuai. Sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam perubahan iklim pekerjaan.
Proses pendekatan dari CIO dalam mengeksekusi perubahan juga berpengaruh. Yang terjadi di Toyota Motor Sales adalah perubahan yang di picu oleh keadaan IS/IT sebelum Big Fix. Disertai dengan tuntutan perkembangan bisnis, dan faktor Barbara Cooper sebagai tokoh di balik perubahan. Faktor yang mendukung keberhasilan gerakan Barbra Cooper antara lain: Dukungan dari upper management, komunikasi yang baik dengan semua level, memiliki sumber daya manusia yang penuh talenta. Serta waktu yang tepat.
Waktu juga merupakan tantangan bagi Barbra Cooper. Bagaimana dia bisa membuat rancangan tahapan perubahan yang demikian radikal hanya dalam waktu enam bulan. Ya, perencanaan yang matang adalah faktor sukses dari perubahan yang terjadi di TMS.#jka
06:00 Posted in Science | Permalink | Comments (1) | Email this | Tags: Renponsi, MTIUI



